Gerakan Perubahan di wisma Perempuan LKB Ponorogo

Dalam bulan Mei 2009 ini telah berjalan 4 kali pertemuan dengan di pandu 2 orang Community Organiser yakni Sirin dan Yogi. Pokok bahasan pertemuan adalah efektifitas kondom untuk seks aman dan menjaga diri dari PMS serta HIV dan AIDS. Bagi PS yang punya aktifitas tinggi seks, kondom menjadi sebuah cara yang bisa menjaga kesehatan diri. Tetapi penggunaan kondom masih banyak kendala, terutama dari pelanggan yang merasa keberatan bisa bertransaksi seks dengan kondom.

        “ Lha pelanggan itu ndak mau lho mbak, malah aku di kira menghina dia….dia bilang  aku ini bersih lho, ndak penyakiten kok di suruh pakai kondom ?, “ ujar salah satu PS.

        Persepsi yang ada adalah yang memakai kondom adalah orang yang punya PMS. Logika seperti ini yang mesthi di luruskan bahwa orang yang berhubungan seks pakai kondom bukan berarti orang yang ber- PMS tetapi dengan pakai kondom justru malah bisa melindungi diri dari berbagai PMS.

  Kalo aku, bila dengan pelanggan ya pakai kondom mbak, tapi biar dia yang pakai sendiri …wegah aku memakaikan…tapi kalo dengan pacarku sendiri ya ndak usah pake kondom …he he.., “ ujar salah satu PS lagi. Pemakaian kondom masih belum menjadi kebutuhan bagi PS, masih menunggu kemauan dari pelanggan dengan demikian posisi tawar PS menjadi rendah untuk melindungi diri. Persepsi bahwa bila pacar atau kiwir adalah orang yang bersih dari PMS juga masih salah, karena PMS serta HIV dan AIDS akan rentan menular bagi orang yang sering ganti – ganti pasangan seks, baik salah satunya atau dua – duanya. Ternyata PS juga masih ada yang enggan memakai kondom bila pelanggannya keberatan.

“ Lha daripada ndak dapet duit mbak….yo wislah ndak usah pakai kondom juga ndak apa- apa …, “ ujar PS pasrah. Menurut Yogi, salah satu Community Organiser,  “Bahwa hal pertama yang perlu dilakukan adalah proses pemahaman tentang kesehatan reproduksi perlu intens dilakukan. Pemahaman – pemahaman yang keliru kondom, PMS / IMS , HIV dan AIDS perlu diluruskan dan hal ini perlu waktu yang intens dan lama…,”

Dalam pertemuan WP juga menjadi tempat bertukar  informasi tentang obat tradisional seperti sirih, lidah buaya dan rosella. Tumbuhan – tumbuhan itu dapat di gunakan untuk kesehatan, kecantikan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu juga untuk pengobatan sekaligus untuk penghijauan lokalisasi sehingga lebih nyaman untuk dihuni. Udara bersih atau udara yang di gunakan untuk bernafas akan selalu di hasilkan dari tumbuh – tumbuhan sehingga dapat menggantikan udara kotor yaitu udara hasil pernafasan manusia yang sering tercampur dengan asap rokok yang mengepul.

Pertemuan kelompok WP yang telah berjalan mulai menarik minat PS. Dari setiap pertemuan minimal 12 orang telah rutin hadir dan beberapa orang mulai aktif dalam forum. Manfaat WP mulai dapat dirasakan oleh para PS.

“ Aku jadi tahu tentang banyak hal mbak, dari kondom , berbagai jenis penyakit dan cara menjaga kesehatan…., “ ujar salah satu PS.

“ Saya senang juga jadi sering ketemu teman lain wisma….,” ujar PS lainnya.

Sementara dari mucikari banyak yang respon positif kegiatan WP.

“ Pokok e dapat bermanfaat bagi PS dan nambah ilmu, kita sangat mendukung mbak…, “ujar salah satu mucikari LKB.

Menurut Sirin, salah satu CO yang jadi fasilitator WP menjelaskan bahwa WP mulai membentuk solidaritas para PS. Beberapa PS yang awalnya kurang akur atau bersaing dalam kerja sekarang mulai rukun. Dengan demikian akan dapat sangat membantu kelompok WP untuk proses belajar bersama terutama terkait kespro. Sebuah awal untuk langkah penanggulangan PMS – IMS serta HIV dan AIDS.

Meski WP baru terbentuk dan baru mulai berjalan kegiatannya, akan tetapi ini menjadi sebuah harapan baru bagi PS yang selama ini termargimal baik dari segi informasi, pelayanan dan pemenuhan hak – hak sebagai warganegara. WP menjadi bagian tak terpisahkan dari gerakan perempuan di daerah lain untuk perubahan hidup yang lebih baik. Perlu ada kerjasama yang saling membangun di antara elemen gerakan perempuan di Indonesia. ( Ari difaa)

 

 
Prev   Next   Pause   Play     Scroll   Fade   ScrollFade

Message for Human Rights